Sejarah Datu Hamawang

Sekitar 400 tahun yang lalu di Hulu Sungai Selatan ada seorang tokoh bernama TEMANGGUNG RAKSA YUDA, turunan raja Banjar PANGERAN SUKARAMA, beliau berdiam disebuah desa bernama HAMAWANG, oleh karena itu beliau juga dikenal sebagai DATU HAMAWANG atau DATU BUNGKUL dan beliau juga dikenal sebagai PANGERAN KECIL.
Dalam peta Belanda, Hulu Sungai Selatan hanya dikenal satu kota yakani HAMAWANG, dimana KANDANGAN sendiri tidak tecantum dalam peta Belanda tersebut.
Oleh karena itu Belanda dalam rangka meluaskan kekuasaanya mengirim pasukan melewati sungai BARITO dan sungai NEGARA lalu berlabuh di desa KALUMPANG untuk menyerang kampung HAMAWANG. HAMAWANG jatuh dan diduduki Belanda, kemudian DATU HAMAWANG berpindah kesebarang sungai AMANDIT (AMAWANG KIRI) dan menyerang Belanda secara terus menerus, akhirnya Belanda meneruskan perjalanan dan membangun BENTENG di kota KANDANGAN (BENTENG HAMAWANG).
DATU HAMAWANG punya 3 (tiga) orang sudara yakni: Kakak beliau bernama DATU BALIMBUR bermukim di daerah BARITO dan menjadi Kepala SUKU DAYAK BIAJU HAMPATUNG, turunan beliau antara lain GARUNTUNG MANAU dan GARUNTUNG WALUH yang dikenal sebagai prajurit-prajurit PANGERAN ANTASARI. Adik beliau adalah DATU TAMBUNAN yang lebih dikenal sebagai TEMANGGUNG ANTALUDIN salah seorang Panglima PANGERAN ANTASARI, komandan Benteng MADANG.
Adik beliau lagi adalah seorang perempuan bernama DATU SALAYAN atau DATU IBUK dan bernama asli RATU KOMALA SARI yang bersuamikan seorang Arab bernama DATU BASUHUD. Datu inilah yang meng ISLAM kan DATU HAMAWANG, sehingga beliau menjadi penganjur ISLAM di Hulu Sungai Selatan. DATU HAMAWANG kemudian membangun Mesjid pertama di Hulu Sungai Selatan (KANDANGAN) yaitu MESJID QUBA di kampung HAMAWANG. Mesjid ini dipugar pada tahun 1995 (dimotori Bapak Ir.H.M. Said, Gubernur pada waktu itu) dengan menyisakan 4 (empat) tiang utama yang masih asli yang dikurung dengan beton bertulang dan sebuah DAUH. Sedangkan Masjid ke 2 (dua) di Hulu Sungai Selatan adalah MASJID LUMPANGI.
Salah satu turunan DATU HAMAWANG adalah TEMANGGUNG MATLIMA yang merupakan seorang Panglima PANGERAN ANTASARI dalam perang di HULU BARITO.
DATU HAMAWANG menurunkan turunan yang pada umumnya penduduk KANDANGAN dan sekitarnya meyebar dimana-mana, maka sewajarnyalah anak cucu DATU HAMAWANG memperingati dan me-HAUL DATU kita sambil men-DOA-kan semoga beliau dan turunannya selalu mendapat lindungan ALLAH SWT.

Sumber: Panitia Haul Datu Hamawang Kandangan HSS Kalsel

1 komentar:

  1. Saya dukung pelestarian khazanah cerita rakyat kandangan, hulu sungai selatan, kalimantan selatan seperti Maharaja sukarama dan raja-raja dari kerajaan negara daha, perebutan tahta pangeran samudera dengan pangeran tumenggung, legenda raja gubang, datu panglima amandit, datung suhit dan datuk makandang, datu singa mas, datu kurba, datu ramanggala di ida manggala, datu rampai dan datu parang di baru sungai raya, datu ulin dan asal mula kampung ulin, datu sangka di papagaran, datu saharaf parincahan, datu putih dan datu karamuji di banyu barau, legenda batu laki dan batu bini di padang batung, legenda gunung batu bangkai loksado, datu suriang pati di gambah dalam, legenda datu ayuh sindayuhan dan datu intingan bambang basiwara di loksado, kisah datu ning bulang di hantarukung, datu durabu di kalumpang, datu baritu taun dan datu patinggi di telaga langsat, legenda batu manggu masak mandin tangkaramin di malinau, kisah telaga bidadari datu awang sukma di hamalau, kisah gunung kasiangan di simpur, kisah datu kandangan dan datu kartamina, datu hamawang dan datu balimbur serta sejarah mesjid quba, tumenggung antaludin dan tumenggung mat lima mempertahankan benteng gunung madang, panglima bukhari dan perang hamuk hantarukung di simpur, datu naga ningkurungan luk sinaga di lukloa, datu singa karsa dan datu ali ahmad di pandai, datu buasan dan datu singa jaya di hampa raya, datu haji muhammad rais di bamban, datu janggar di malutu, datu bagut di hariang, sejarah mesjid ba angkat di wasah, dakwah penyebaran agama islam datu taniran di angkinang, datu balimau di kalumpang, datu daha, datu kubah dingin, makam habib husin di tengah pasar kandangan, kubur habib ibrahim nagara dan kubah habib abu bakar lumpangi, kubur enam orang pahlawan di ta’al, makam keramat bagandi, kuburan tumpang talu di parincahan, pertempuran garis demarkasi dan kubur Brigjen H.M. Yusi di karang jawa, pahlawan wanita aluh idut di tinggiran, panglima dambung di padang batung, gerombolan letnan dua Ibnu hajar, sampai cerita tentang perang kemerdekaan Divisi IV ALRI oleh pejuang-pejuang kandangan yang banyak tersebar di banua amandit yang dipimpin Brigjend H. Hasan Baseri di telaga langsat, karang jawa, jambu, mandapai, padang batung, ni’ih, simpang lima, sungai paring, tabihi, durian rabung dan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan kalimantan. Semuanya adalah salah satu aset budaya dan sejarah bagi Kalimantan Selatan.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.