Pilih warna background blog ini

Beautiful Park

Indahnya warna-warni alam....

Ini dimana ya...

Keep our forest naturally, so we can live in harmony

Quiet place to take a rest...

Mancing boleh ga ya disini...

Dewy morning

Feel fresh....

Menikmati keindahan alam

Menambah rasa syukur dan memuji pencipta Nya...

Minggu, 07 Mei 2017

MENJADI GURU YANG PROFESIONAL DALAM BERSIKAP



Berikut ini dibagikan 7 cara menjadi guru yang profesional dalam bersikap, semoga bermanfaat:
1. Anda sedang berada diruang guru untuk beristirahat atau sekedar berkumpul dengan rekan sejawat? Sedikit demi sedikit ubah kebiasaan untuk membicarakan hal dan topik diluar areal kita sebagai pendidik professional. Pertama kali anda mungkin akan dianggap aneh, namun sebagai guru jangan khawatir dianggap aneh jika yang kita maksudkan adalah demi perbaikan pola pikir dalam bersikap dan berkarier. Sekarang mana yang lebih penting, membicarakan gosip artis terbaru atau menganalisa pola pikir pemilih pemula dalam pemilu yang baru lalu yang nota bene adalah siswa-siswi kita? Tidak itu saja banyak topik yang jika kita renungkan, tidak layak didiskusikan oleh guru sebagai pendidik. Jika anda masih merasa sulit untuk melakukan hal diatas, caranya gampang, cukup cari bacaan yang bermanfaat, bacalah maka anda akan terhindar dari pembicaraan yang sia-sia di ruang guru.
2. Jika anda punya rekan baru, bimbinglah dan berikan support dan dukungan untuk maju dengan cara selalu berkomentar positip untuk hal-hal yang dilakukannya. Tempatkan diri anda pada dirinya, maka anda akan menjadi rekan kerja yang supportif dan mau mengerti.
3. Saat rapat, usahakan lah memberikan ide yang terbaik, masalahnya bukan pada diterima atau tidak, tapi sudahkah anda belajar meyakinkan orang lain bahwa ide andalah yang terbaik. Hal yang terbaik ketika meyakinkan rekan sekerja adalah dengan menggunakan data yang berupa hasil riset.
4. Jadilah guru yang berpikiran terbuka atas ide atau pendapat orang lain, menyadari kelemahan dan kekuatan diri kita sendiri, dijamin makin hari wawasan dan kualitas diri kita sebagai guru akan bertambah.
5. Ciptakan jaringan bagi diri sendiri yang membuat anda semakin hari berubah kearah guru yang lebih baik. Gunakan situs pertemanan seperti facebook untuk membuat jaringan pada pribadi-pribadi yang membuat anda bersemangat untuk maju. Jangan gunakan situs pertemanan untuk pelarian ketika anda mempunyai masalah dengan rekan sekerja di sekolah. Sambil berusaha sedikit demi sedikit menyelesaikan hal yang mungkin menjadi ganjalan , buktikan bahwa jika anda tidak mendapatkan support yang baik disekolah anda bisa mendapatkannya dengan bantuan teknologi.
6. Semua guru berbeda, seperti juga terhadap siswa, sebagai rekan kita semestinya menjadikan perbedaan itu sebagai anugrah. Dengan menyadari perbedaan, pikiran kita akan lebih cepat terbuka ketika menerima kritik, masukan dan ide dari rekan sekerja. Saat yang sama kita menjadi lebih jujur mengenai kelebihan dan tidak malu mengatakan kekurangan sebagai pribadi.
7. Jangan takut untuk dibicarakan oleh orang lain ‘dibelakang’. Terkadang sebagai guru, hanya karena takut dibicarakan orang lain dibelakang, guru menjadi malas untuk berinovasi dan melakukan sesuatu dengan cara yang kreatif dan beda. Padahal jika sebagai guru, kita yakin bahwa hal yang kita lakukan demi kebaikan siswa, untuk apa pusing mendengarkan pendapat orang lain. Mari mensucikan niat bahwa semua hal yang terbaik yang kita lakukan adalah demi mempersiapkan masa depan siswa, bukan demi karier, demi dipuji rekan, atasan dan orang tua si murid.
Sumber dengan adaptasi: https://dionesaliaski.wordpress.com

Tips Mengajar Supaya Siswa Tertarik dan Termotivasi



Saya sebenarnya bukanlah seorang guru yang terbaik, namun hanya seorang guru biasa yang suka berbagi ilmu meskipun cuma sedikit. Semenjak saya sekolah, saya sudah terbiasa dan suka berbagi ilmu dengan kawan kawan sekelas dan kawan lainnya. Berikut ini beberapa tips untuk rekan rekan guru,  semoga bermanfaat.
 
Jadi guru jangan naif, kadang murid lebih pintar.
Saya sebut bertukar ilmu karena beliau mengajarkan saya pelajaran fisika (karena beliau bukan guru kelas saya) dan saya mengajarkan beliau menggunakan komputer. Pada masa itu komputer masih merupakan barang langka sehingga hanya sedikit orang yang bisa dan kebetulan saya adalah orang yang beruntung itu. Dari pengalaman berkali-kali menjadi tentor dalam beberapa pelatihan blog, Linux, marketing, MLM dan juga duduk sebagai siswa, saya kemudian menetapkan standar bagaimana cara untuk mengajar itu.
Mengajar itu horisontal, bukan vertikal
Sifat mengajar yang horisontal berarti kita sebagai tentor menempatkan diri sama tinggi dengan siswa kita. Kita berbicara sebagai orang yang lebih dahulu tahu, bukan lebih pintar. Kita mentransfer ilmu, bukan memberi ilmu. Saya seringnya mengatakan seperti ini setelah perkenalan:
“Saya berdiri di depan anda sekalian bukan karena saya lebih pintar dari anda, namun hanya karena saya mengenal ilmu ini lebih dahulu daripada anda. Mungkin suatu saat diantara anda sekalian ada yang lebih mengerti ilmu ini daripada saya. Saya berkeyakinan kuat akan hal ini.”
Pernyataan diatas sudah memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih santai dan lebih menikmati kebersamaannya dengan anda. Jika kelas sudah santai dan dinikmati, maka pelajaran mudah diberikan. Dalam memberikan pelajaran, anggaplah kita sedang bercerita tentang pengalaman sehingga ilmu apapun itu tidak terkesan menyeramkan.
Mengajar itu memberikan motivasi
Murid yang termotivasi, tidak mencontek.
Dalam mengajar, pastikan selalu memberikan motivasi kepada murid-murid kita. Motivasi bisa dilakukan di seluruh waktu, namun ada waktu-waktu yang terbaik.
Motivasi di pertemuan pertama
Untuk ini saya menjiplak guru SD saya dulu, namanya pak Jamari, beliau adalah guru IPA kelas 2. Saat pertemuan pertama, beliau membawa sebuah gambar Thomas Alva Edison dan memajangnya di depan kelas lalu bercerita tentang Thomas Alva Edison. Ketika saya naik kelas, saya melihat guru saya itu melakukan hal yang serupa pada adik kelas saya. Ya, setidaknya bagi anak-anak kelas 2 SD, kisah Edison itu inspiratif. 🙂
Motivasi pada tengah pelajaran
Saya terbiasa memberikan hadiah bagi mereka yang dapat mengerjakan sesuatu yang saya tugaskan di tengah-tengah pelajaran. Ini saya tiru dari seorang guru biologi SMP saya. Reward itu bisa berupa makanan atau minuman dan terkadang alat tulis. Reward ini bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Mungkin untuk guru sekolah bisa dengan menjanjikan kebebasan pekerjaan rumah bagi yang dapat menjawab pertanyaan. Yah, hal-hal semacam itulah, tergantung bagaimana kreatifitas dan keadaan.
Motivasi di akhir pelajaran
Untuk ini saya mencontoh dari tayangan di TV yang menampilkan kilasan sebelum jeda iklan. Saya terbiasa memberikan preview pelajaran selanjutnya pada bagian yang menarik sebelum kelas berakhir. Hal ini membuat siswa kita menjadi semangat untuk mengikuti kelas kita selanjutnya. Penasaran adalah senjata guru untuk membuat kelasnya menjadi diminati oleh murid-muridnya. 🙂
Dan tak lupa, sebagai seorang guru kita haruslah menjadi seseorang yang dapat menyakinkan murid kita bahwa mereka hebat. Kita harus bisa menanamkan kepada mereka bahwa mereka pasti bisa melakukan apa saja asalkan berusaha dengan baik. Hal ini dapat kita tempuh dengan menghindari kalimat-kalimat yang menurunkan keyakinan terhadap diri mereka sendiri. Saya sendiri berpendapat bahwa tidak ada orang bodoh, hanya saja memiliki pemahaman yang berbeda.
Mengajar itu memberikan contoh
Seorang guru SMA saya pernah mengatakan bahwa “ajarkan apa yang kamu bisa, bukan apa yang kamu tahu”. Maksudnya adalah apa yang kita ajarkan sebaiknya adalah sesuatu yang kita mengerti dan bisa kita lakukan. Lakukan dengan memberikan contoh. Ketika memberikan pelatihan, saya lebih banyak memberikan contoh dan mempraktekkan langsung supaya siswa mengerti dan tidak hanya mengimajinasikan dalam pikiran saja. Oleh karena itu sebagai guru kita harus paham konsep dari suatu hal yang diajarkan. Pemahaman konsep akan membuat kita mudah memberikan contoh apa saja dan memecahkan problematika yang mungkin dihadapi oleh para siswa.
Hal-hal diatas hanyalah sekelumit dari bagaimana mengajar yang baik. Selain dari pengalaman mengajar, pengalaman saya duduk sebagai siswa dari kecil hingga dewasa juga mempengaruhi kesimpulan tentang bagaimana seharusnya seorang guru itu mengajar. Mungkin ada yang mau menambahkan?

Adopsi dengan adaptasi dari sumber: https://hanyalewat.com

Kamis, 04 Mei 2017

Alasan Menteri Muhadjir Usulkan 'Full Day School'



Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menggagas sekolah sepanjang hari (full day school) untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun swasta. Tujuannya membuat anak memiliki kegiatan di sekolah dibandingkan berada sendirian di rumah ketika orang tua mereka masih bekerja.

"Dengan sistem full day school ini secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi 'liar' di luar sekolah ketika orang tua mereka masih belum pulang dari kerja," kata Mendikbud usai menjadi pembicara dalam pengajian untuk keluarga besar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), seperti dilaporkan Antara.

Menurut Muhadjir, dengan menambah waktu anak di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas-tugas sekolah dan mengaji sampai dijemput orang tuanya usai jam kerja. Dan, anak-anak bisa pulang bersama-sama orang tua mereka, sehingga ketika berada di rumah, mereka tetap dalam pengawasan, khususnya orang tua.

Mantan Rektor UMM itu menjelaskan saat ini masih terus dilakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, mulai di pusat hingga di daerah.

"Nantinya memang harus ada payung hukumnya, yakni peraturan menteri (Permen), tapi untuk saat ini masih sosialisasi terlebih dahulu secara intensif," urainya.

Menurut Muhadjir, Wakil Presiden Jusuf Kalla telah menyetujui program perpanjangan jam sekolah yang digagas kementeriannya.

"Bapak Wapres setuju. Namun beliau ada saran 'pilot project' (proyek percontohan) dulu untuk menjajaki pasar (uji coba)," kata Muhadjir Effendy seusai bertemu Wapres di Jakarta, Senin.

Muhadjir menjelaskan bahwa gagasan sekolah sepanjang hari sebenarnya sudah dijalankan oleh banyak sekolah, terutama sekolah swasta.

"Justru saya diilhami oleh sekolah-sekolah swasta soal 'full day school'," katanya.

Menurut dia, sistem full day school banyak memberikan kesempatan kepada pihak sekolah untuk menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik sesuai dengan program Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Selain itu, program tersebut juga menghindari penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di luar jam sekolah.

Muhadjir menyebutkan jam pulang sekolah akan disamakan dengan jam pulang kerja sehingga anak didik tidak dilepas begitu saja setelah jam sekolah.

"Jadi, anak pulang jam lima sore, orang tuanya bisa jemput sehingga anak kita tetap ada yang bertanggung jawab setelah dilepas oleh pihak sekolah," katanya.

Jam sekolah yang panjang, kata Muhadjir, akan membuat anak sekolah pun dapat menikmati waktu libur dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Sehingga menurut Muhadjir akan memberikan kesempatan bagi peserta didik bisa berkumpul lebih lama dengan keluarga.

Meskipun demikian, pihaknya tetap akan menguji sejauh mana ketahanan peserta didik untuk menjalani full day school.

"Bapak Presiden sangat mengapresiasi. Wapres juga setuju. Tinggal saya nanti yang susun programnya," katanya.
Sumber: Yuliawati & Antara, CNN Indonesia  Senin, 08/08/2016 13:50 WIB

Sabtu, 14 Mei 2016

Mendagri: Jangan Ada Anak Putus Sekolah


JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, pendidikan merupakan kunci maju tidaknya sebuah bangsa dan negara. Karena itu peran pemerintah dan berbagai elemen lainnya sangat dibutuhkan agar  sumberdaya manusia (SDM) di Indonesia dapat terus meningkat.
“Peningkatan kualitas SDM sangat ditentukan dari peran pemerintah, kelembagaan, kemasyarakatan dan diri kita sendiri dalam meningkatkan pengetahuan dan disiplin ilmu saat bertugas,” ujar Tjahjo pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman kantor Kemendagri, Senin (2/5).
Karena pentingnya pendidikan, kata Tjahjo, semua pihak harus sama-sama bergandengan tangan, memastikan jangan sampai ada penduduk yang tidak bersekolah. Apalagi kalau hanya didasari ketiadaan dana. 
"Apapun, pendidikan itu mutlak. Jangan juga ada warga sudah sekolah jadi putus sekolah, meski alasan ekonomi dan lainnya. Tiap kelurahan/desa minimal ada satu SD. Tingkat kecamatan ada SMP dan SMA sederajat, ini juga menjadi program presiden," kata Tjahjo. 
Tjahjo berharap melalui peringatan Hardiknas kali ini, pemerintah dan setiap warga negara bersama-sama terus menumbuhkan komitmen, bertanggung jawab terhadap masalah pendidikan.
"Pendidikan buat anak dan pegawai harus punya pencapaian. Target, semua melalui pendidikan. Sekarang bagaimana upaya kita mempercepat reformasi birokrasi, demi memeberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Tjahjo. (gir/jpnn)

Rabu, 20 April 2016

Materi dam Skill Bahasa Inggris yang Akan Keluar dan di Ujikan di Ujian Nasional SMP 2016

Materi dan skill apa yang akan muncul di ujian Bahasa Inggris dalam ujian nasional SMP tahun 2016? Inilah jawabannya.


Ujian nasional Bahasa Inggris masih dalam bentuk pilihan ganda dengan 50 pertanyaan untuk menguji kemampuan membaca (reading). Apa yang diujikan?

Pertama

Siswa mampu mengidentifikasi topik/tujuan teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan, pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report)

Kedua

Siswa mampu mengidentifikasi langkah kerja/urutan/alur/plot dari kejadian/peristiwa/tindakan dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report)

Ketiga

Siswa mampu mengidentifikasi ungkapan/kata yang memiliki makna yang sama yang terdapat dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report)

Keempat

Siswa mampu siswa mampu menerapkan fungsi detil dari setiap langkah /alat/peristiwa/ bagian/aspek yang ada disebutkan dalam teks dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report)

Kelima

Siswa mampu siswa mampu menentukan susunan kata/kalimat acak dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report) yang tepat

Keenam

Siswa mampu menentukan kata yang tepat untuk melengkapi teks dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report menentukan bentuk gramatika yang tepat sesuai konteks dalam teks dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report)

Ketujuh

Siswa mampu menyimpulkan fungsi/ akibat/efek setelah membaca teks dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report

Kedelapan

Siswa mampu menyimpulkan hasil dari langkah-langkah tindakan yang terdapat dalam teks dalam teks fungsional pendek (pesan singkat, undangan,pengumuman, iklan, dan surat) dan esei pendek (deskriptif, prosedur, naratif, recount dan report

Kesembilan

Siswa dapat mengidentifikasi topik/tujuan teks fungsional pendek:
- Invitation
- Announcement
- Advertisement
- Letter;
Esai pendek:
- Descriptive
- Procedure
- Recount
- Narrative
- Report

Kesepuluh

Siswa dapat mengidentifikasi langkah kerja/urutan/alur/plot dari kejadian/peristiwa/ tindakan dalam teks esai pendek:
- Procedure
- Recount
- Narrative
- Descriptive
- Report

Kesebelas

Siswa dapat mengidentifikasi ungkapan/kata yang memiliki makna yang sama dalam teks fungsional pendek:
- Invitation
- Announcement
- Advertisement
- Letter;
Esai pendek:
- Descriptive
- Procedure
- Recount
- Narrative
- Report

Keduabelas

Siswa mampu menentukan kata atau bentuk gramatika yang tepat untuk melengkapi teks esai pendek
- Narrative
- Recount
- Procedure

Ketigabelas

Siswa dapat menerapkan fungsi detil dari setiap langkah/alat/peristiwa/bagian/aspek yang ada disebutkan dalam teks fungsional pendek:
- invitation
- announcement
- advertisement
- Letter;
Esai pendek:
- Descriptive
- Procedure
- Recount
- Narrative
- Report

Keempatbelas

Siswa dapat menjelaskan keterkaitan antara langkah satu dengan yang lainnya dalam teks fungsional pendek:
- Invitation
- Announcement
- Advertisement
- Letter;
Esai pendek:
- Descriptive
- Procedure
- Recount
- Narrative
- Report

Kelimabelas

Siswa mampu menentukan susunan kata yang tepat dalam kalimat yang terdapat dalam teks esai pendek:
- Descriptive
- Procedure
- Recount
- Narrative
- Report

Keenambelas

Siswa dapat menentukan akibat setelah membaca teks fungsional pendek:
- Invitation
- Announcement
- Advertisement
- Letter;
Esai pendek:
- Descriptive
- Procedure
- Recount
- Narrative
- Report

Ketujuhbelas

Siswadapat menyimpulkan hasil dari langkah yang dilakukan atau tidak dilakukan dalam teks fungsional pendek:
- Invitation
- Announcement
- Advertisement
- Letter;
Esai pendek:
- Descriptive
- Procedure
- Recount
- Narrative
- Report
Copas dari : http://www.sekolahoke.com/